Sabtu, 31 Agustus 2013

Persipura Dapat Rp 8,5 M dari Freeport

Persipura Jayapura akan mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 8,5 miliar dari Freeport Indonesia untuk mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini. Dana ini cair setelah Freeport dan Persipura sepakat mengikat kerja sama untuk dua tahun ke depan.

Selain mendapatkan dukungan dana dari PT Freeport, tim berjuluk Mutiara Hitam ini mendapatkan dukungan dari Bank Papua serta sponsor lainnya seperi PT Bosowa dan Telkomsel. Dari Bank Papua, jumlah dukungan yang diberikan pada Persipura untuk musim ini sebesar Rp 4 miliar. "Kurangnya masih banyak. Makanya kami terus mencari dukungan," katanya.Dana dari perusahaan pertambangan yang bermarkas di Amerika Serikat ini lebih besar dibandingkan musim lalu yaitu Rp 7 miliar. "Lebih tinggi dari musim lalu. Tapi kebutuhan tim untuk satu musim cukup tinggi yaitu Rp 23 milar," kata Ketua Umum Persipura Benhur Tomi Mano di Jakarta, Selasa (15/1/13).
Sementara itu Manajer Persipura Rudy Maswi mengatakan sebenarnya dukungan dari PT Freeport untuk Persipura sebesar Rp 18 miliar. Hanya saja dukungan itu diberikan selama dua tahun atau hingga musim kompetisi 2014.
"Mencari sponsor itu ukurannya prestasi, maka kita harus mampu menunjukkan prestai yang terbaik," katanya. Pemain Persipura ini bahkan telah teruji saat menahan imbang 1-1 tuan rumah Persib Bandungdi Stadion Siliwangi pada laga perdana kompetisi ISL musim ini.

Freeport sponsori Persipura hingga tahun 2014

PT Freeport Indonesia akan mengawal klub Persipura Jayapura untuk mengarungi kompetisi Indonesia Super League ISL hingga tahun 2014. Bentuk dukungan Freeport itu ditandai dengan penandatanganan kerjasama dengan pihak Persipura di area Epicentrum Park Kuningan Jakarta.
Dengan mendapatkan pengawalan berupa sponsorship bisa dipastikan tim kebanggaan warga Papua ini tidak akan mengalami kendala seperti yang dialami oleh beberapa klub yang ada di Indonesia.
"Saat ini bentuk dukungan kami selama dua musim. Mudah-mudahan bisa makin panjang," kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B Soetjipto di sela penandatanganan kerja sama seperti dilansir Antara.
Bentuk dukungan dari PT Freeport Indonesia nantinya tidak hanya pada Persipura Jayapura, namun juga sudah dipersiapkan beberapa hal termasuk pembinaan pemain-pemain muda asli Papua. Dengan begitu, diharapkan adanya pembinaan yang lebih bagus hingga hasilnya bisa maksimal.
"Kita sama-sama memikirkan bibit muda untuk dikumpulkan dan selanjutnya dibina. Bisa saja mereka dikirim ke Jepang atau Korea," kata Rozik menambahkan.
Sementara itu Ketua Umum Persipura Benhur Tomi Mano mengaku sangat bangga atas realisasi kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Apalagi kerja sama ini diharapkan mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat Papua.
"Kami berharap dengan adanya dukungan ini prestasi Persipura akan jauh lebih baik. Kami harus mampu menjadi juara Indonesia Super League (ISL) musim ini," katanya.
Persipura yang saat ini dilatih oleh Jacksen F Tiago diperkuat pemain-pemain yang telah punya nama besar seperti Boaz Solossa, Patrich Wanggai, Ricardo Salampessy dan Ia Kabes. Selain itu juga diperkuat pemain asing yang handal seperti Zah Rahan dan Bio Paulin.

(Sumber : merdeka.com)

Kamis, 29 Agustus 2013

Keselamatan Kerja PTFI

Program Produksi yang Aman PTFI menentukan tujuan akhir dari perbaikan berlanjut terhadap kinerja keselamatan dan kesehatan. Dengan menetapkan sasaran-sasaran keselamatan yang khusus untuk setiap operasi, PTFI akan terus memusatkan perhatian pada perbaikan kinerja keselamatan PTFI. Komponen-komponen terukur dari segala sasaran keselamatan menjadi bagian dari peninjauan ulang kinerja tahunan operasi di akhir tahun.
Selama 2010, Lost Time Accident Rate (LTAR/Tingkat Insiden Kehilangan Waktu) per 200.000 jam kerja PTFI adalah 0,10 sama dengan target tahun 2010 dengan nilai yang sama. Total Reportable Incident Rate (TRIR/ Total Tingkat Insiden Tercatat) Freeport Indonesia adalah 0,35 yang berarti melebihi batas target (0,34)
PT Freeport Indonesia sedang memusatkan perhatian pada pendekatan penilaian risiko untuk mencegah kecelakaan, menghindari kasus kematian apapun di masa mendatang, dan menekankan keterlibatan mereka yang bukan staf dalam manajemen keselamatan. Kejadian kasus kematian apapun di tempat kerja tidak dapat diterima, dan PTFI teramat menyesal dengan kehilangan nyawa ini. Perusahaan telah mengidentifikasi akar-akar penyebab kasus kematian ini dan sedang menjalankan rencana aksi untuk mencegah terulangnya kejadian. Selanjutnya, PTFI telah melaksanakan program pengurangan kasus kematian ICMM.
Pada November 2010, PT Freeport Indonesia menerima rekomendasi sertifikasi Occupational Health & Safety Assessment Series (OHSAS) 18001:2007 setelah menyelesaikan audit Ketaatan Tahap ke-2 OHSAS 18001:2007 serta audit Peringkat Bintang National Occupational Safety Association (NOSA) CMB-150N (berdasarkan resiko) yang dilakukan oleh The National Occupational Safety Association (NOSA), sebuah pemasok tingkat dunia untuk layanan manajemen risiko kerja.

Minggu, 25 Agustus 2013

Kerangka Kerja ICMM Untuk Pembangunan Berkelanjutan.

International Council of Mining and Metals (ICMM), adalah organisasi yang mempunyai anggota CEO berbagai perusahaam multinasional yang berdedikasi untuk pembangunan yang berkelanjutan untuk mewujudkan visi kegiatan industri pertambangan, mineral dan yang bertanggung jawab serta memegang peranan penting dalam menunjang kehidupan moderen manusia dan kontributor kunci dalam kegiatan pembangunan yang berkelanjutan. Sebagai salah satu anggota pendiri ICMM (International Council on Mining and Metals), kami memiliki komitmen untuk melakukan praktek usaha yang unggul dalam rangka pengembangan berkelanjutan. Kami telah berkomitmen untuk melaksanakan Kerangka Kerja Pengembangan Berkelanjutan ICMM serta mentaati pernyataan kebijakan yang dikeluarkan Dewan ICMM. Kerangka Kerja Pengembangan Berkelanjutan ICMM terdiri dari empat unsur, yaitu seperangkat prinsip yang berisi 10 butir, didukung pelaporan terbuka sesuai pedoman Global Reporting Initiative (GRI), jaminan independensi, serta komitmen untuk berbagi praktek-praktek bisnis yang terbaik.

Beto: 'Gol Ini Saya Persembahkan Untuk Freeport'



Pose bersama Persipura dan Manajemen PTFI.
Dua gol berhasil disumbangkan striker Persipura Alberto “Beto” Goncalves untuk Freeport dan untuk Bio Paulin (rekan satu tim, pemain bek Persipura), setelah penandatanganan perjanjian sponsor antara PTFI dan Persipura di pagi harinya. Tim Persipura menjamu tim Arema Indonesia di Stadiun Mandala Jayapura pada sore hari setelah penandatangan kesepakatan antara Freeport dan Persipura (17/4). Dengan semangat baru dan dukungan Persipura Mania, Mutiara Hitam berhasil mengalahkan Singo Edan dengan skor 2 -1.
PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi sponsor resmi Tim sepak bola Mutiara Hitam Persipura Jayapura. Bertempat di Sasana Karya Kantor Gubernur Provinsi Papua di Jayapura (17/4) telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PTFI, diwakili oleh Presiden Direktur Rozik B. Soetjipto dan Drs. Benhur Tommi Mano dari Persipura, yang disaksikan oleh Penjabat Gubernur Papua Dr. Drs. H. Syamsul Arief Rivai, MS.

Rozik Soetjipto berdialog dengan Pelatih Persipura Jecksen F Tiago yang didengar Ketum Persipura Tommi Mano (kiri) dan Manajemen PTFI lainnya di Markas Persipura di Hotel Relat Argaoura-Kota Jayapura.
Dalam awal sambutannya, Ketua Umum Persipura Jayapura Drs. Tommi Mano, MM, mengatakan penandatanganan MoU sponsorship PTFI terhadap Persipura merupakan satu mimpi dari rakyat Papua yang menganggap Persipura sebagai tim kebanggaannya. Khususnya masyarakat pencinta sepak bola di Kota Jayapura. "Mimpi itu kini telah menjadi kenyataan setelah PTFI menjadi sponsor utama Persipura dalam musim 2011-2012 dan mengamankan klub pujaan masyarakat Papua", katanya. Tommi Mano mengucapkan terima kasih kepada PT Freeport Indonesia atas dukungan terhadap Persipura ini, dan juga mengatakan bahwa dalam menjaga kepercayaan sponsor, Manajemen Persipura akan menerapkan manajemen terbuka dalam mengelola dana sponsor dari Freeport.
Presdir PTFI Rozik B. Soetjipto mengatakan, "Kalau saya melihat dari rencana kita mensponsori Persipura tahun ini, mudah-mudahan ini tidak hanya satu tahun saja, dan tentu kita mengharapkan dengan dukungan ini Persipura akan semakin berjaya", tuturnya sambil menambahkan bahwa dirinya dan manajemen PTFI adalah pendukung kuat Persipura.
Sementara Penjabat Gubernur Papua Dr. Drs. H. Syamsul Arief Rivai, MS, mengatakan harapan agar penandatanganan MoU ini akan lebih memacu manajemen Persipura untuk lebih meningkatkan kinerjanya dan paling tidak mampu menunjukkan pada rakyat Papua bahwa dukungan Freeport itu telah diwujudkan agar Persipura bisa terus berada di puncak prestasi persepakbolaan nasional. "Dengan sumbangsih PTFI ini bagi Tanah Papua, rakyat Papua akan merasa bahwa keberadaan PTFI di Tanah Papua dapat diperhitungkan secara nasional dan Papua secara langsung", katanya.

Senin, 19 Agustus 2013

Taati Peraturan, Bermanfaat bagi Lingkungan dan Masyarakat

Komite Kebijakan Publik dari Dewan Komisaris Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. membantu Dewan menjalankan tanggung jawab pengawasannya di dalam perusahaan terkait
  1. Program lingkungan;
  2. Program hubungan dengan pemerintah dan masyarakat;
  3. Kebijakan dan praktik ketenagakerjaan dan hak asasi manusia;
  4. Program kesehatan dan keselamatan; dan
  5. Kontribusi amal dan derma melalui pengembangan dan pelaksanaan berbagai kebijakan komprehensif.
PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui perusahaan induknya ikut menandatangani Prinsip-prinsip Sukarela tentang Keamanan dan Hak Asasi Manusia dari Kementerian Luar Negeri AS dan Kementerian Luar Negeri Kerajaan Inggris (U.S. State Department-British Foreign Office Voluntary Principles on Security and Human Rights). PTFI  berkomitmen memastikan bahwa kegiatan PTFI dijalankan sesuai dengan Deklarasi Universal PBB tentang Hak Asasi Manusia, undang-undang dan peraturan Indonesia serta budaya dari masyarakat yang merupakan penduduk asli di wilayah operasi perusahaan. PTFI mendukung Extractive Industries Transparency Initiative (EITI / Prakarsa Transparansi Industri Ekstraksi) dengan membuat komitmen internasional untuk mengungkapkan pendapatan dan pembayaran-pembayaran kepada pemerintah. PTFI melalui Freeport- McMoRan Copper & Gold Inc. ikut mendukung U.N. Millennium Development Goals (Sasaran Pembangunan Millenium dari PBB) yang tengah PTFI evaluasi untuk diselaraskan dengan pendekatan berbasis resiko yang PTFI terapkan dalam rangka pembangunan berkelanjutan.

Rabu, 14 Agustus 2013

Penandatanganan Nota Kesepahaman Freeport Indonesia dengan PT Indosmelt & PT Indovasi Mineral Indonesia

Kemarin, 13 Agustus 2013, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Indosmelt (Indosmelt) dan PT Indovasi Mineral Indonesia (Indovasi) untuk mendukung rencana perusahaan-perusahaan tersebut untuk membangun fasilitas pabrik peleburan konsentrat tembaga.
"Penandatanganan MoU ini merupakan langkah konkrit dukungan PTFI atas kebijakan Pemerintah untuk proses hilirisasi industri berbasis sumberdaya mineral di Indonesia," ujar Presiden Direktur PTFI, Rozik B. Soetjipto dalam sambutannya.
“Bentuk dukungan terhadap program hilirisasi perlu ditunjukkan antara lain dengan langkah-langkah konkrit dan realistis untuk melakukan persiapan dan pendalaman permasalahan agar semangat yang kita miliki dapat benar-benar dituangkan dalam tahapan kegiatan menuju pengembangan industri yang sehat, berkesinambungan dan memberikan manfaat usaha yang wajar bagi para pelakunya," tambah Rozik.
Selain itu, PTFI telah membangun pabrik peleburan tembaga pertama dan satu-satunya yang berlokasi di Gresik, yaitu PT Smelting, yang merupakan suatu usaha patungan antara PTFI dan Mitsubishi, dan telah memasok 40% bijih tembaga yang sudah diolah menjadi konsentrat tembaga yang telah mengalami peningkatan nilai kepada PT Smelting.
Secara prinsip, PTFI bersedia untuk memasok konsentrat tembaga yang didasarkan pada basis harga yang kompetitif atau berdasarkan harga pasar internasional yang berlaku.
PTFI akan terus membantu memberikan informasi, kemampuan teknis yang sesuai dengan kebutuhan dan kelayakan fasilitas peleburan dan pemurnian tembaga guna menarik minat investor seperti Indosmelt dan Indovasi. Kedua perusahaan tersebut adalah investor potensial yang akan menilai kelayakan ekonomi dari membangun pabrik peleburan baru.
PTFI mengharapkan dukungan pemangku kepentingan yang terkait untuk mensukseskan program hilirisasi. PTFI juga menyatakan kesediannya untuk bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki ketertarikan dan kemampuan dalam membangun fasilitas peleburan yang memiliki nilai kelayakan ekonomi.