Senin, 05 Agustus 2013

Pelatihan Penambangan di US Untuk Pengembangan Karyawan Papua

Pengembangan karyawan Papua merupakan salah satu komitmen penting PT Freeport Indonesia (PTFI). Salah satu kelajutan dari komitment tersebut adalah pengembangan karyawan Papua melalui program US Mining Training yang dibuat tahun 2012 dan sudah dapat direalisasikan pada tahun 2013. Pelaksanaan program US Mining Training memberikan kesempatan kepada karyawan Papua yang memiliki potensi dan kinerja baik untuk mengembangkan diri dengan meningkatkan kemampuan komunikasi, memiliki pengetahuan yang baik dan wawasan yang luas tentang proses business di area pertambangan Freeport McMoRan (FM) di area lain dan tentunya melalui proses pengembangan ini diharapkan perserta meningkatkan rasa percaya diri dan meningkatkan keterampilan kepemimpinan mereka.
Dalam sesi pembukaan program pada tanggal 6 Maret 2013 yang diselenggarakan di Tembagapura bersama peserta gelombang pertama, EVP dan General Manager PTFI Nurhadi Sabirin menyampaikan ucapan selamat mengikuti program kepada karyawan yang terpilih dalam gelombang pertama ini. Atas nama manajemen PTFI Nurhadi Sabirin mengharapkan karyawan yang mendapatkan kesempatan pengembangan diri dalam program ini sungguh-sungguh menunjukan keseriusannya untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan perusahan. "Tunjukanlah kedisiplinan, jadilah contoh yang baik, menjaga nama baik diri dan juga menjaga nama baik PTFI selama mengikuti program ini. Dengan hasil yang baik yang akan ditunjukan oleh pertama ini maka kesempatan yang sama akan terbuka bagi karyawan dan karyawati Papua lainnya" tuturnya. Nurhadi menerangkan bahwa program ini adalah bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan ruang dan kesempatan pengembangan kepada karyawan Papua sehingga dapat berpacu maju bersama dengan karyawan lain. "Perusahaan akan mempertimbangkan tindak lanjut bagi karyawan yang memiliki potensi dengan program-program yang bersifat jangka panjang dan strategis. Tentunya peluang tersebut ada namun kembali lagi kepada karyawan, bagaimana bisa menunjukan kinerja yang baik dan kemauan untuk terus belajar lebih giat", pintanya.
Dalam pertemuan yang dilakukan untuk mendapatkan arahan umum dari manajemen, Maxwell Kennedy sebagai TE Papuan Affairs menyampaikan selamat kepada peserta yang terpilih dalam program ini dan berpesan peserta dapat mempergunakannya untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman guna pengembangan diri untuk masa depan.
Dalam kesempatan yang sama juga, Joko Basyuni, EVP, Chief Human Resources Officer berpesan, program US mine Training adalah program kerja sama antara berbagai divisi yakni Papuan Affairs, Organization Development, Human Resources dan juga Divisi Operations. Karyawan yang mendapatkan kesempatan adalah karyawan yang dipilih berdasarkan kriteria dan mendapat rekomendasi oleh masing-masing pimpinan divisi. Oleh karena itu, peserta diharapkan menghargai kesempatan yang diberikan, dan dimanfaatkannya dengan baik, serta menunjukan hasil yang baik sehingga program ini tetap dapat berlanjut dan memberikan hasil yang baik.
Kelompok pertama program ini terdiri dari 7 karyawan Papua dari berbagai departemen dan divisi yang didamping oleh 1 karyawan senior Papua. Sebelum keberangkatan mereka awal April ini, peserta diberikan materi-materi pembekalan untuk persiapan diri, meliputi kemampuan komunikasi dalam bahasa inggris, pemahaman lintas budaya dan persiapan kesehatan.
Soleman Faluk sebagai kordinator program menyampaikan kepada peserta untuk serius mengikuti program ini karena melalui diskusi yang panjang perusahaan memberikan salah satu jalur program pengembangan diri bagi karyawan Papua. "Tidak mudah kita mendapatkan kesempatan seperti ini. Ini merupakan pergumulan yang panjang dan lama akhirnya sudah terjawab" tuturnya. Mari kita hargai dan tunjukan hasil yang positif sehingga memberikan peluang untuk hadirnya program-program baru lainnya kedepan. 

Minggu, 04 Agustus 2013

CV. HANAU NUMUS JTB Utamakan Keselamatan & Kesehatan Karyawan

CV. Hanau Numus JTB adalah salah satu usaha yang di bina oleh Departemen Social Local Development PT Freeport Indonesia. Kontraktor milik putra daerah yang bergerak di bidang reboisasi dan remediasi hutan di area Kuala Kencana. CV Hanau Numus JTB selealu mengedepankan keselamatan bagi karyawannya dalam melaksanakan tiap pekerjaan.
img
Mussa Hannauw pemilik CV Hanau Numus JTB
CV. Hanau Numus JTB didirikan oleh Mussa Hannauw salah satu masyarakat lokal suku Moni, pada tanggal 14 Januari 2002. Pada tahun 2011 adalah awal dimana Mussa Hannauw mulai efektif melakukan konsultasi ke Departmen SLD, dengan harapan dapat bergabung menjadi peserta Program Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) untuk di bina. Pada bulan Juni 2011 CV. Hannau Numus mendapatkan kesempatan dan kepercayaan dari PTFI melalui Departemen Environmental- Grup Reklamasi, untuk melakukan Program Remediasi Hutan di Kuala Kencana.
Dalam melakukan pekerjaan remediasi hutan Kuala Kencana, CV. Hanau Numus JTB mempekerjakan 9 orang karyawan dan 7 orang diantaranya adalah orang asli papua. Pada periode kontrak yang pertama (Juni - Desember 2011) CV. Hanau Numus JTB telah melakukan penanaman pohon untuk Program Remediasi Kuala Kencana sebanyak 15.662 pohon pada areal seluas 39 hektar.
img
Para Karyawan CV Hanau Numus JTB mengerjakan proyek area Kuala Kencana
Karena kegigihan dan kemauan untuk belajar dan menjalankan usahanya dengan baik sehingga pada tahun 2012 CV. Hanau Numus JTB di percayakan kembali untuk melanjutkan program Remediasi Kuala Kencana. Salah satu kunci utama kesuksesan usaha CV. Hanau Numus ini adalah karena mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja para karyawannya. “Setiap pagi sebelum kerja kami awali dengan berdoa, kemudian meeting untuk keselamatan kerja (safety meeting – Red), memeriksa dan memastikan karyawan menggunakan peralatan keselamatan kerja, seperti helm kerja, sepatu safety, dan rompi/fest. Kita harus ikuti prosedur keselamatan yang sudah di tentukan oleh PTFI, dan hingga saat ini, puji Tuhan kami tidak pernah satupun mengalami kecelakaan kerja.” tambahnya.
img
Mussa memastikan para karyawannya untuk tetap bekerja dengan aman dan selamat.
“Kami mengejar target untuk menanam 20.000 pohon, saat ini kami sudah menanam sekitar sebanyak 15.662 pohon, sisanya sedang kami kejar saat ini.” jelasnya. Dari pelatihan, pendampingan, dan bantuan yang diberikan PTFI melalui SLD dan Environmental, sangat bermanfaat. “Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh SLD dan Environmental bagus dan baik, mereka selalu turun kelapangan, sehingga banyak hal yang kami pelajari, mereka selalu memberikan arahan, pendamping, koreksi agar kesalahan tidak terulang lagi”, ujar Mussa.

Sabtu, 03 Agustus 2013

PTFI, Perusahaan dengan Program 'HIV/AIDS Di Tempat Kerja' Terbaik di Indonesia

PT Freeport Indonesia (PTFI) menerima penghargaan “Best of the Best” dalam Program Pengendalian dan Pencegahan (P2) HIV-AIDS Di Tempat Kerja’ dari Pemerintah Indonesia, sebagai perusahaan yang memiliki program P2 HIV-AIDS terbaik di Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Muhaimin Iskandar kepada Presiden Direktur PTFI Rozik B Soetjipto dalam puncak acara peringatan hari AIDS se-dunia 2012 yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (11/12).
Peringatan hari AIDS se-dunia tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden RI Boediono, Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, perwakillan dari ILO, Ketua KPAN, para pegiat kesehatan terutama HIV-AIDS, para pelajar, perwakilan pendiri dan anggota IBCA serta para wartawan.
PTFI menerima penghargaan “Best of the Best” tersebut karena dinilai oleh Pemerintah memiliki program P2 HIV-AIDS yang sangat baik, dan menjadi yang terbaik diantara 55 perusahaan dari seluruh Indonesia yang memiliki program serupa yang dinilai oleh tim yang terdiri dari perwakilan Kementarian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Kesehatan dan Komisi Penanggulangan Aids Nasional.
PTFI melalui Public Health dan Malaria control (PHMC) Industrial telah memulai Program penanganan HIV-AIDS di tempat kerja sejak tahun 2004. Dokumen kebijakan ini dipublikasikan di website internal perusahaan, sehingga dapat dibaca oleh seluruh karyawan.
Kebijakan tersebut menyangkut 6 fokus area, yaitu:
  1. Bekerjasama dan mendukung Pemerintah Indonesia dalam penanganan HIV/AIDS Di Tempat Kerja.
  2. Studi tentang prevalensi (penyebaran)
  3. Kampanye preventif (pencegahan)
  4. Tata laksana infeksi oportunis pada ODHA (orang dengan HIV-AIDS)
  5. Pembentukan Komite HIV-AIDS
  6. Anti diskriminassi terhadap ODHA
Dalam menjalankan keenam fokus area program tersebut PTFI memiliki kebijakan perusahaan dalam program HIV/ AIDS, memberikan pendidikan dan pelatihan kepada karyawan dan keluarga mengenai HIV-AIDS, termasuk kepada Peer Leader Educators, menghindari stigma dan diskriminasi, dukungan dan perawatan bagi karyawan dengan HIV-AIDS, dukungan anggaran untuk program-program tersebut, menyelenggarakan survey tentang penegetahuan, sikap dan perilaku karyawan tentang HIV-AIDS dengan mengacu kepada survey yang dibuat departemen kesehatan dan ILO, memiliki SOP dalam pemerikasaan, diagnosis, dan tata laksana infeksi menular seksual yaitu alat pelindung pribadi bagi petugas kesehatan.
Selain program Di Tempat Kerja, PTFI juga melalui PHMC-Community menjalankan program P2 HIV-AIDS kepada masyarakat d sekitar tambang dan kabupaten Mimika yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, KPAD Mimika, Tokoh Masyarakat, kalangan gereja, dan LSM setempat. Selamat kepada tim PHMC! (Ramdani Sirait)

Rabu, 31 Juli 2013

PTFI, UI dan UNCEN Bersatu Mengembangkan Papua

Sebagai salah satu bentuk kontribusi perusahaan terhadap dunia pendidikan, dan atas dasar kesamaan komitmen bagi pembangunan dan pengembangan yang berkelanjutan di kawasan Papua, PT Freeport Indonesia (PTFI) menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama (MoU) dengan Pusat Kajian Papua Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, dan Universitas Cenderawasih (UNCEN). Penandatanganan MoU dilakukan pada acara peresmian Pusat Kajian Papua (Papua Center) FISIP UI, pada 9 April lalu, di kampus UI Depok.
Nota Kesepahaman Kerjasama dengan Papua Center FISIP-UI dan Universitas Cendrawasih (UNCEN) ini ditanda tangani oleh Presiden Direktur PTFI Rozik B. Soetjipto, Direktur Eksekutif Papua Center FISIP UI Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc. dan Rektor UNCEN Drs. Festus Simbiak, M.Pd. Dukungan PTFI dalam kerjasama ini antara lain mencakup program satu tahun Papua Center yang meliputi: program pertukaran mahasiswa, kuliah tamu oleh dosen FISIP UI ke UNCEN, program pelatihan untuk staf akademis UNCEN, penyelenggaraan Pekan Budaya Kamoro, Pembuatan dan Publikasi buku Kamoro, serta mensponsori kegiatan-kegiatan Papua Center lain yang disepakati.
PACE-UI dibentuk oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI dengan misi sebagai jembatan akademis dan budaya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempromosikan budaya Papua. Sesuai dengan komitmen bersama untuk mengembangkan Papua dan menyadari pentingnya menggabungkan kemampuan dan sumber daya masing-masing pihak (Link & Match) guna memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi Papua, PTFI dan Papua Center - FISIP UI bersatu dalam ikatan MoU ini. Walaupun keberadaan Papua Center dibawah naungan FISIP UI, namun dalam prakteknya mengikutsertakan pula jurusan ilmu lainnya.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Sumantri Rektor UI mengatakan "Kami menghargai kerja sama dan dukungan PTFI untuk program-program Papua Center. Semoga program-program ini dapat diimplementasikan dengan baik dan lancar, serta hasil studi yang dilakukan Papua Center dapat memberikan perspektif lain dan menjadi masukan bagi pemerintah pusat dalam menjalankan pembangunan Papua", tutur Gumilar.
Dalam Nota Kesepahaman Kerjasama lain, PTFI dan UNCEN setuju untuk bekerja sama dalam program pengembangan pendidikan dan pelatihan bagi mahasiswa, guru, peneliti serta melakukan diseminasi informasi dari hasil studi yang disepakati. Drs. Festus Simbiak, M.Pd. Pejabat Sementara Rektor UNCEN memberikan tanggapan positif atas ditandatanganinya MoU ini. "Mempersatukan dua perguruan tinggi besar tidaklah mudah, kecuali disatukan oleh visi yang sama. Marilah kita melihat secara positif hubungan kerja sama ini, yang akan menjadi kekuatan baru bagi pembangunan di Papua", ujarnya.

Minggu, 28 Juli 2013

Pembangunan Infrastruktur

Dalam rangka peningkatan produksi PTFI menjadi 300.000 ton bijih per hari (300K) diperlukan lahan untuk membangun fasilitas penunjang baru dan perluasan fasilitas penunjang antara lain meliputi area pengendapan tailings (Ajkwa Deposition Area/ADA), yang meliputi area Amamapare/Cargo Dock, Pad XI, dan jalur transmisi pembangkit listrik. Areal tersebut seluas kurang lebih seluas 30.860 ha, merupakan ulayat masyarakat suku Kamoro sub-suku Nawaripi/Koperapoka dan sub-suku Tipuka kurang, yang perlu diproses pelepasannya. Berdasarkan Undang-Undang Pokok Agraria nomor 5 tahun 1960.
PT Freeport Indonesia (PTFI) telah mendukung pengembangan infrastruktur dasar di Kabupaten Mimika yang bisa memberikan dampak bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal. Berbagai sarana dan prasarana yang telah dibangun di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sarana umum tersebut ditujukan untuk mendukung akses pelayanan dasar yang layak bagi masyarakat, mempercepat proses penyerapan manfaat kegiatan pengembangan masyarakat, serta untuk mendukung keberlanjutan dari manfaat program tersebut bagi masyarakat lokal. Pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan di dataran tinggi maupun di dataran rendah.

Sabtu, 27 Juli 2013

Kesehatan Di Mimika

Mimika merupakan salah satu kabupaten dengan pertumbuhan paling pesat di Indonesia. Wilayah yang tiga dasawarsa lalu menyokong hanya beberapa ribu orang yang tinggal di kampung-kampung terpencil dan saling terpisah jauh ini sekarang menjadi rumah bagi lebih dari 150.000 orang. Seiring banyaknya pemukim baru berdatangan dari tempat-tempat lain di provinsi ini dan dari seantero nusantara untuk mencari lapangan pekerjaan dan kesempatan, pertempuran melawan berbagai penyakit seperti malaria, TBC, dan infeksi yang bertransmisi secara seksual, termasuk HIV/AIDS, menjadi kian rumit. PT Freeport Indonesia sedang menangani tantangan-tantangan ini dengan cara mendukung program-program perawatan kesehatan yang bermutu. Kami juga telah mendukung studi-studi besar internasional untuk menangani malaria di daerah setempat.
Pada tahun 2008, Departemen Kesehatan Masyarakat dan Pengendalian Malaria Freeport Indonesia bekerja sama dengan LPMAK menyediakan pelatihan bagi staf Biro Kesehatan LPMAK dan sebuah ornop lokal untuk melaksanakan program pengendalian malaria di daerah-daerah terpencil di Mimika. Melalui transfer keterampilan dan pengetahuan kepada para mitra lokal, Freeport Indonesia berharap dapat meningkatkan keberlanjutan program kesehatan yang akan memberikan manfaat di masa datang.

Rabu, 03 Juli 2013

Pendidikan Lingkungan Freeport Indonesia

Freeport Indonesia mendukung suatu program yang aktif menjangkau masyarakat untuk membantu karyawan dan penduduk setempat menjadi lebih sadar lingkungan. Program ini memanfaatkan Daerah Percontohan Reklamasi Tanggul Ganda, ekosistem alami di sekitarnya, dan kegiatan yang terkait dengan lingkungan, seperti sarana laboratorium lingkungan dan sarana pengolahan limbah. Program ini difokuskan pada siswa dan guru, tetapi juga mencakup para pemangku kepentingan setempat lainnya, seperti karyawan, pejabat pemerintah, ornop setempat, media, dan anggota satuan keamanan pemerintah. Kegiatan peringatan Hari Bumi, Hari Lingkungan Sedunia, dan Hari Kota Bersih diikuti dengan bersemangat oleh masyarakat setempat.
Selama beberapa tahun ini, kami telah membantu melaksanakan Program Pendidikan Lingkungan di sekolah-sekolah di dekat areal Freeport Indonesia. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Badan Pengelola Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup (BapedaldaBAPESDALH) Provinsi Papua sudah mengadopsi program ini untuk semua sekolah di Papua. Freeport Indonesia telah membantu dalam pengembangan kurikulumnya.